



Clara Sumarwati, Anggota Tim Pendaki Mount Everest yang Terlupakan
Jadi Pasien RSJ, Baru Dikenali saat Kunjungan Deputi Menpora
Tahun 1996, Clara Sumarwati adalah anggota tim pendaki Kopassus ke puncak gunung tertinggi di dunia, Mount Everest. Kini, alumnus Fakultas Psikologi Universitas Atmajaya Jakarta itu adalah pasien di Rumah Sakit Jiwa Prof Dr Soerojo Magelang.
---
Kepada siapa saja yang dia temui di RSJ Magelang, Clara menyatakan bahwa dia adalah pendaki perempuan pertama asal Indonesia - bahkan Asia Tenggara - yang pernah menjejakkan kaki di atas puncak gunung tertinggi di dunia, Mount Everest. Karena jiwanya sakit, tidak seorang pun memercayai pengakuannya itu. Termasuk dokter dan perawat.
Pernyataannya itu terbukti benar ketika Asisten Deputi Kepeloporan Pemuda Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Amir Hamzah datang ke RSJ Prof Dr Soerojo Kamis 8 Oktober lalu. Amir mengenali perempuan berusia 44 tahun itu terkait prestasinya menggapai puncak Mount Everest.
Pertemuan itu terjadi tanpa sengaja. Amir datang ke RSJ Prof Dr Soerojo untuk menilai calon pemuda pelopor dari Kota Magelang, Poppu Savitri, yang bekerja di rumah sakit tersebut. Amir menyempatkan diri mengelilingi bangsal RSJ.
Begitu Amir muncul, Clara langsung mengenalinya dan menyapa. Amir pun mengenalinya dan membalasa sapaan Clara itu. "Clara langsung tahu bahwa Pak Amir dari Menpora. Mungkin pernah ketemu sebelumnya," kata Direktur Medik dan Keperawatan RSJ Prof Soerojo Bella Patriajaya mengisahkan pertemuan antara Clara dan Amir.
Menurut Bella, Sang Asisten Deputi Menpora terkaget-kaget saat itu. "Setelah diperhatikan dengan seksama, ternyata Pak Amir tahu betul dia adalah Clara, sang pendaki gunung perempuan pertama yang mencapai puncak tertinggi di dunia."
Saat itulah omongan yang dikira oleh seluruh perawat hanya isapan jempol menjadi terbukti. Clara benar-benar perempuan pertama Indonesia yang telah menggapai puncak Mounth Everest.
Belakangan diketahui, kalau perempuan asal Bandung tersebut juga telah mendaki puncak tiga dari tujuh gunung tertinggi dunia. "Kami tahunya, ya saat ada kunjungan Pak Amir itu," kata Bella.
Bella lantas menuturkan bahwa Clara keluar masuk RSJ sebanyak tiga kali. Dia didiagnosa terkena gangguan jiwa berupa paranoid. Terakhir, perempuan kelahiran 9 Juli 1965 itu diantar keluarganya 30 Juni 2009.
Sebelumnya, dia juga dirawat di RSJ itu 1997 selama lima bulan dan 2000 selama sekitar enam bulan. "Keluarganya mengeluhkan Clara suka marah-marah dan berbuat onar,'' kata Bella.
Dari hasil pemeriksaan, penyakit Clara itu timbul karena dia merasa prestasinya tidak mendapat pengakuan. Itu juga yang disampaikan Clara dalam dialog dengannya di rumah sakit.
Dia mengeluhkan tidak adanya penghargaan dari pemerintah. "Padahal, Kopassus menjanjikan rumah dan mobil," kata pendaki yang tergabung dalam kelompok pecinta alam Wanadri Bandung itu.
Clara lantas dengan lancer menuturkan sebagian kisah pendakiannya itu. Salah satu yang diingatnya adalah anggota lain tim pendaki yaitu personel kopassus, Mujiono.
Perempuan itu juga menyatakan sudah menggapai tiga dari tujuh puncak gunung tertinggi di dunia. Selain Mount Everest, dua lainnya adalah Aconcagua di Argentina dan Pegunungan Cartenz Jayawiya di Papua. Empat lainnya, yang terus menjadi impiannya adalah puncak Gunung Elbrus di Rusia, Vincent Massif di Antarctica, Denali di Amerika Serikat, dan Kilimanjaro di Afrika Selatan. (*/isk/jpnn/ruk)
sumber : http://www.jawapos.co.id


0 komentar:
Posting Komentar